archive-tv.com » TV » O » ONLINEINDO.TV

Total: 456

Choose link from "Titles, links and description words view":

Or switch to "Titles and links view".
  • Konferensi OKI (Organisasi Kerjasama Islam) Di Jakarta Seperti Mengunyah Permen Karet | Onlineindo News
    di Kedubes Australia di Jakarta Indonesia menyelenggarakan Konferensi negara negara Islam dunia dengan jas peserta yang menawan ruangan yang wangi serta derai tawa yang renyah di tengah kubangan carut marut politik di negara Islam sendiri Sementara dunia tengah bergidik bulu kuduknya melihat negara negara Islam yang mereka anggap sebagai sarang teroris Islam Phobia melanda masyarakat Eropa dan Amerika hingga rasa kemanusiaan mereka sirna untuk menerima migran dari negara negara Afrika Utara dan Timur Tengah dengan memilih memejamkan mata tiada perduli bagaimana kaum perempuan dan anak anak tumpas ditelan gelombang Laut Tengah dalam perjalanan migrasi mereka Satu lagi bagaimana meriahnya negara Inggris Perancis Jerman Rusia dan Amerika dalam mengaduk aduk negara negara Islam yang sedang mengalami konflik politik seperti mereka mengejar Biji Salak dalam semangkuk Kolak sementara negara negara yang tergabung dalam OKI di am sa ja Demikianlah pemandangan umumnya Selamat datang dalam Konferensi Organisasi Kerjasama Islam di Jakarta yang ramah Apa menu utama konferensi OKI kali ini Tentu saja soal kemerdekaan negara Palestina Padahal persoalan Palestina ini hanyalah akibat dari munculnya persoalan perebutan Masjidil Aqsa dan Jerussalem yang kemudian memunculkan reaksi negara negara Islam dalam suatu pertemuan di Rabat Maroko yang melahirkan organisasi OKI itu sendiri Lantas apa hasil dari kelahiran OKI Sejak 1967 hingga 2016 ini OKI tak pernah dapat mengatasi persoalan Mesjid Al Aqsa Jerussalem hingga memunculkan masalah turunan yaitu soal berdirinya negara Palestina Tentu saja kita setuju jika Indonesia akan mengambil inisiatif bagi perjuangan kemerdekaan negara Palestina Bukan semata karena Islam melainkan juga karena kita memiliki komitmen Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa seperti tertera dalam Pembukaan UUD 1945 Bukan juga lantaran Indonesia sebagai negara anggota OKI tetapi Indonesia memiliki alasan yang jauh lebih mendasar bahkan jauh melampaui organisasi OKI itu sendiri OKI berdiri sebagai anasir reaksioner atas persoalan tanah Palestina semata Itu pun sejak 1967 tak kunjung dapat teratasi Tetapi Indonesia sebagai inisiator Konferensi Asia Afrika 1955 dalam Dasa Sila Bandungnya bahkan memperjuangkan integritas wilayah dan kemerdekaan politik semua bangsa bangsa dunia jauh sebelum OKI berdiri Lebih jauh dalam Konferensi Islam Asia Afrika KIAA Maret 1965 Indonesia pun berinisiatif untuk menyatukan umat Islam di Asia dan Afrika untuk melenyapkan penindasan di Asia dan Afrika dalam rangka memelihara perdamaian internasional Seiring dengan itu Indonesia pun sudah berdiri di garda terdepan dalam mensikapi PBB yang mulai bersikap tidak objektif dan tidak adil terhadap negara negara baru merdeka Indonesia lah negara yang pernah berani ke luar dari PBB dan mendirikan PBB tandingan yang diberi nama CONEFO Confederate New Emerging Forces meliputi negara negara di benua Asia Afrika dan Amerika Latin Jika saja OKI mewarisi komitmen KIAA yang telah dibuat para pendahulunya tentu pada konferensi OKI kali ini di Jakarta mereka tidak hanya akan menghidangkan persoalan kemerdekaan negara Palestina saja sebagai menu utamanya Tetapi juga akan mengambil sikap atas begitu kritisnya persoalan politik juga ketertindasan di hampir kebanyakan negara Islam yang akan mempengaruhi perdamaian dunia Atau persoalan kemerdekaan negara Palestina sesungguhnya hanyalah komoditas pembahasan saja untuk mengalihkan ketidakmampuan mereka dalam mensikapi persoalan strategis negara negara Islam dunia Kemerdekaan

    Original URL path: http://www.onlineindo.tv/news/konferensi-oki-organisasi-kerjasama-islam-di-jakarta-seperti-mengunyah-permen-karet/ (2016-05-01)
    Open archived version from archive

  • Zara Zettira : Putra – Putra daerah terbukti unggul dalam memimpin daerah asalnya | Onlineindo News
    Bayangkan Wartawan Tak Bisa Opini Index Home Berita Zara Zettira Putra Putra daerah terbukti unggul dalam memimpin daerah Berita Metropolitan Zara Zettira Putra Putra daerah terbukti unggul dalam memimpin daerah asalnya By Onlineindo News March 7 2016 105 Share on Facebook Tweet on Twitter Bu Risma dan Surabaya Kang Emil dan Bandung Pak Irwan Priyatno dan Sumbar Dan masih banyak lagi Jakarta saat ini hilang arah sejak dipimpin wakil asal Solo yg karena tidak ada rasa memiliki lantas dgn santai melenggang ke Istana dan meninggalkan Jakarta di tangan pria asal Bangka Belitung yg juga carut marut menyelesaikan problem ibukota seperti kemacetan banjir tata kota bahkan melarang ondel ondel yg merupakan budaya Ciri khas ibukota Tak kenal maka tak sayang dan juga tak paham aset Jakarta sehingga wajah kota Tercinta bisa jadi dirombak di disain menjiplak kota negara lain Seperti Singapura Pembangunan tidak harus dgn menghapus tradisi dan pastinya orang yg paling paham dan paling merasa memiliki dan tentu ingin mempertahankan adalah putra Jakarta asli Bang Biem Benjamin politikus yg telah lama duduk di dewan perwakilan dan mencetuskan juridicial law calon independen untuk pilkada Jalur pencalonan secara independen Siapapun calon kuat lainnya sebaiknya berdampingan dgn putra daerah asli agar wajah Jakarta tetap terjaga dan pembangunan tidak kebablasan merampok jati diri budaya Jakarta Salam Indonesia Raya Bagaimana Menurut Anda comments SHARE Facebook Twitter tweet Previous article Buya Aznan Lelo Layani Ratusan Pasien Setiap Hari Dosen FK USU Asal Bukittinggi Ini Rela Dibayar Seikhlasnya Next article Kapolri Harus Copot Kapolres Jakarta Barat Diduga Terkait Pratek Mafia Tanah Onlineindo News RELATED ARTICLES MORE FROM AUTHOR Mushola Pasar Ikan Digusur dan Diratakan Ahok Namun Ahok Tak Setuju Gereja Pulomas Digusur PP Muhammadiyah Keluarkan Maklumat Awal Ramadhan dan Idul Fitri 2016 Pengamat Sejak Kapan KPK Berubah Menjadi Komisi Pencari Niat Korupsi NO COMMENTS LEAVE A REPLY

    Original URL path: http://www.onlineindo.tv/news/zara-zettira-putra-putra-daerah-terbukti-unggul-dalam-memimpin-daerah-asalnya/ (2016-05-01)
    Open archived version from archive

  • Buya Aznan Lelo, Layani Ratusan Pasien Setiap Hari, Dosen FK USU Asal Bukittinggi Ini Rela Dibayar Seikhlasnya | Onlineindo News
    saya terima Saya tidak mau terima langsung istri saja yang membukanya ucap Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara USU ini Aznan menyebut praktik pengobatan ini mulai sejak 1978 Saat itu ia membuka praktik di kediaman orangtuanya yang hanya berjarak 2 rumah dari kediamannya sekarang Kemudian dia sempat berhenti pada 1983 saat ada kesempatan mengambil gelar Ph D di Australia Dicekal Namun rencana tersebut awalnya tidak berjalan mulus Saat hendak berangkat ke Negeri Kanguru Aznan sempat dicekal pemerintah Ketika itu ia dinilai sebagai aktivis Islam ekstrimis dan sempat disamakan dengan orang orang yang dilarang ke luar negeri Sempat dicekal tapi aku terus berjuang dan berusaha Di sinilah aku berpikir bahwa kalau memang rezeki pasti tidak lari dan akhirnya aku berangkat Semua dibiayai pemerintah ungkap pria yang memulai kuliah jurusan kedokteran sejak 1971 hingga 1978 Saat kembali ke Indonesia pada 1987 awalnya Aznan tidak ingin membuka praktik Namun beberapa pasien yang pernah berobat kepada dia datang lagi dan berharap agar dia membuka praktik membantu masyarakat yang sakit Kalau aku gunakan profesi dokterku ini untuk jadi kaya aku pasti sudah kaya Tapi aku enggak mau bagiku orang miskin lebih menghargai profesi dokter dibandingkan orang kaya Itu yang buat aku senang jalani profesi seperti ini ujar dia Terlahir dari ayah dan ibu yang berprofesi sebagai tukang jahit Aznan yang saat ini menginjak 64 tahun tidak pernah memiliki cita cita sebagai dokter Sebagai anak yang suka pelajaran matematika saat di bangku sekolah Aznan sangat mendambakan menjadi seorang sarjana nuklir Abang saya bilang saya jago matematika ngapain jadi sarjana nuklir Bagusnya jadi dokter kenang dia Ditanya lebih dulu lagi kepala sekolah SD pernah nanya juga mau jadi apa Mau jadi orang berguna tetapi beda dari yang lain Rasanya sudah kesampaian sekarang sambung Aznan Meski profesi yang disandangnya kini bisa saja dapat menghasilkan banyak uang namun Aznan enggan melakukan Sang istri Rahmayanti Yoesran juga tidak pernah mengeluhkan Buya kegiatannya dari pagi mengajar kemudian buka praktik sore hari tapi enggak pernah ngeluh capek atau sakit Buya selalu mengaku senang dengan apa yang dilakukannya Saya juga dukung kalau Buya seperti ini kata Rahmayanti Perempuan 50 tahun ini mengaku kepada anak anaknya Aznan tidak pernah menuntut mereka harus menyandang profesi tertentu Alhasil tanpa tekanan dan dibesarkan dengan nilai nilai kemanusiaan serta norma norma agama 2 dari 3 anak mereka menjadi seorang dokter Sedangkan seorang lainnya lulusan sarjana hukum Dua orang ngikut Buya jadi dokter kalau yang paling besar lulusan sarjana hukum ujar dia Terkait pasien yang sering berobat kepada Aznan Rahmayanti menuturkan kebanyakan pasien datang dari Kota Medan Namun ada juga beberapa pasien dari luar kota bahkan dari luar negeri seperti Malaysia dan Belanda Saya tidak ingat tahun berapa ada pasien datang dari Belanda dan Malaysia datang Kita juga enggak tahu mereka dapat informasi dari mana Buya juga kaget tapi tetap dilayani dan tidak dikenakan tarif seikhlasnya saja Buya tidak pernah minta cerita dia Penanganan Berbeda Sementara seorang pasien asal Aceh Faisal yang kebetulan sedang berobat mengaku awalnya tidak percaya ada dokter seperti Aznan Lalu dia mencari informasi di

    Original URL path: http://www.onlineindo.tv/news/buya-aznan-lelo-layani-ratusan-pasien-setiap-hari-dosen-fk-usu-asal-bukittinggi-ini-rela-dibayar-seikhlasnya/ (2016-05-01)
    Open archived version from archive

  • Sampah Kabel di Gorong-Gorong Murni Kesalahan Pemprov DKI | Onlineindo News
    Bisa Opini Index Home Berita Sampah Kabel di Gorong Gorong Murni Kesalahan Pemprov DKI Berita Nasional Sampah Kabel di Gorong Gorong Murni Kesalahan Pemprov DKI By admin March 7 2016 696 Share on Facebook Tweet on Twitter JAKARTA Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik menilai sabotase banjir yang diduga akibat sampah kulit kabel di saluran air atau gorong gorong di Jalur Medan Merdeka Selatan murni kesalahan dari Pemerintah Provinsi Pemprov DKI Jakarta Yang salah tetap Pemda pemerintah daerah Mau apa pun namanya mau sabotase yang salah tetap Pemda Masa enggak ada kontrol Kalau begitu ketahuan dong gorong gorong enggak pernah dicek kata Taufik kepada Okezone Sabtu 5 3 2016 Menurutnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok beserta jajarannya lebih baik mengakui akan kelemahan kontrol tersebut Pokoknya lebih baik saran saya mengakui kelemahan kontrol kurang Jangan nyalahin orang Sekarang kalau mau menyabotase cari dong tangkap singkatnya Sebelumnya Polda Metro Jaya telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak PLN dan Telkom untuk mengetahui asal usul dari sampah bungkus kabel yang tertimbun di gorong gorong di kawasan Medan Merdeka Selatan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menduga temuan kulit kabel berkaitan dengan tindak pidana pencurian kabel di Polsek Metro Gambir 2015 Pencurian isi kabel tersebut bermaksud mencari keuntungan ekonomis Namun sampah kabel ditinggalkan di dalam gorong gorong sehingga menimbulkan banjir Sumber OKEZONE Bagaimana Menurut Anda comments SHARE Facebook Twitter tweet Previous article Eks Kepala Bappeda DKI Kasus RS Sumber Waras Murni Perampokan Next article Buya Aznan Lelo Layani Ratusan Pasien Setiap Hari Dosen FK USU Asal Bukittinggi Ini Rela Dibayar Seikhlasnya admin RELATED ARTICLES MORE FROM AUTHOR Mushola Pasar Ikan Digusur dan Diratakan Ahok Namun Ahok Tak Setuju Gereja Pulomas Digusur PP Muhammadiyah Keluarkan Maklumat Awal Ramadhan dan Idul Fitri 2016 Pengamat Sejak Kapan KPK Berubah Menjadi Komisi Pencari Niat Korupsi NO

    Original URL path: http://www.onlineindo.tv/news/sampah-kabel-di-gorong-gorong-murni-kesalahan-pemprov-dki/ (2016-05-01)
    Open archived version from archive

  • Eks Kepala Bappeda DKI : Kasus RS Sumber Waras Murni Perampokan | Onlineindo News
    alias Sertifikat Hak Milik melainkan HGB atau Hak Guna Bangunan Artinya tanpa harus mengeluarkan dana sebesar Rp755 69 miliar lahan seluas 3 64 hektar tersebut otomatis akan menjadi milik negara Mustahil Ahok panggilan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama tidak tahu lahan itu akan kembali ke negara dalam kurun waktu dua tahun lagi kata politikus Partai Demokrat Andi Arief kepada Kantor Berita Politik RMOL Sabtu 5 3 Kata Andi seluruh data tersebut tercantum dalam surat rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan BPK RI terhadap Laporan Keuangan Pemprov DKI tahun 2014 lalu Sertifikat HGB untuk tanah seluas 3 64 hektar itu ada di Nomor 2878 per tanggal 27 Mei 1998 dengan masa berlaku 20 tahun Artinya akan habis masa berlakunya tanggal 27 Mei 2018 mendatang Karena berdasarkan Pasal 36 Ayat 1 Peraturan Pemerintah No 40 Tahun 1996 tanah dengan sertifikat HGB yang habis jangka waktunya otomatis menjadi lahan milik negara Kenapa harus beli Apakah Ahok mau membobol bank dengan jaminan aset bank itu sendiri kata Andi mempertanyakan Selain itu Andi menuding Ahok memang menabrak semua aturan dalam proses pembelian lahan RS Sumber Waras Karena dalam surat rekomendasi yang dikeluarkan Bappeda pada tahun 2014 saat dikepalai Andi Baso Kepala Dinas Kesehatan diimbau mengkaji ulang pembelian lahan tersebut Pasalnya ditemukan kejanggalan dalam surat penjualan yang diajukan oleh Direktur Umum dan SDM RS Sumber Waras Dinas Kesehatan diminta untuk memverifikasi keabsahan sertifikat ke BPN Provinsi DKI Jakarta tandasnya Peristiwa Sumber Waras sambung Andi menyimpulkan adalah murni perampokan Namun berakhir tidak sempurna Ngapain bayar Rp755 miliar kalau dua tahun lagu kembali ke negara Dalam Pasal 10 Undang Undang Nomor 2 Tahun 2012 untuk lahan rumah sakit termasuk kepentingan umum Artinya ganti rugi saja yang wajar pungkasnya zul Sumber RMOL Bagaimana Menurut Anda comments SHARE Facebook Twitter tweet Previous article Belajar dari Keplesetnya Tere Liye ODOP Day 52

    Original URL path: http://www.onlineindo.tv/news/eks-kepala-bappeda-dki-kasus-rs-sumber-waras-murni-perampokan/ (2016-05-01)
    Open archived version from archive

  • Belajar dari Keplesetnya Tere Liye (ODOP Day 52 of 99) | Onlineindo News
    kalian komunis Tidak akan pernah Hari ini Bang Tere menulis Saya mulai menulis di koran koran sejak SMA saat kuliah masuk kampus perubahan yangdipenuhi banyak aktivis kelas berat baiklah akan saya sebut saja kuliah di UI saya menemukan banyak pemikiran2 baru yang tidak pernah saya dengar sebelumnya Juga buku2 yang tidak pernah saya baca sebelumnya Sepertinya keren sekali menjadi aktivis yang jago bicara tentang Marxisme lihai berdebat soal paham sosialis kemudian meletakkan foto Che Guevara atau tokoh2 yang nampak gagah sebagai pemberontak perlawanan pejuang dsbgnya sebagai idola Untuk kemudian di selasar2 kampus di basecamp organisasi di kostan di forum2 berbincang panjang tentang paham paham ini berdebat tidak ada habisnya Waktu terus berjalan kehidupan kampus terus bergerak untuk kemudian muncul lagi jenis aktivis baru pergerakan yang berbeda Yang kali ini bicara tentang kesetaraan hak asasi kebebasan bicara liberal demokrasi dan semua jargon2 tidak kalah hebatnya Seperti terlihat hebat benar kalau sudah bicara tentang ini di seminar2 celoteh saat di angkutan umum atau saat mengirim SMS ow saya lupa dulu HP masih langka lebih banyak pager Itu bukan pagar dek tapi pager radio panggil Kecil bentuknya bisa menerima pesan Kawan ada diskusi tentang HAM di markas pukul 13 00 Itu masa masa yang dipenuhi hal baru euforia tidak terkira karena saya datang dari pelosok kampung Apapun ingin dicoba Di kampus ada kegiatan apalah ikut Teman2 ngajak ini itu ikut Dan bukan hanya yang beginian saja saya juga menyemplungkan diri ikut Jamaah Tablig alias JT juga bersinggungan dengan kegiatan dan aktivis seperti HMI PMII dsbgnya dsbgnya Bahkan termasuk ada yang ngajak aktivitas menghitung burung di Gunung Salak saya ikut Menghitung ikan di lautan juga ikut Kecuali yang sejenis NII saya tidak ikutan nasib menyelamatkan saya atau boleh jadi mereka tidak tertarik menjadikan saya kader ah anak ini tidak menjanjikan cuma ikutan nyari konsumsi gratis saja Dengan begitu banyak paham tersebut lantas mana yang memang brilian dan paling keren Jawabannya tidak ada Saya memutuskan untuk berhenti terlalu mengagung agungkan paham paham tersebut Mengotot sekali merasa itu sesuatu yang paling keren Tidak lagi Lebih baik saya kembali ke masa silam saat masa kanak kanak saya dibesarkan di pelosok Guru2 mengaji guru2 di sekolah Orang tua bersahaja di sekitar kita Kearifan lokal kearifan bangsa sejak lama yang jelas adalah turunan dari nasehat agama yang baik Dunia ini semakin modern orang2 punya paham yang semakin mutakhir misalnya freedom of speech Apakah memang begitu realitasnya Tidak Dunia ini semakin tenggelam dalam hipokrasi kemunafikan Jangankan menegakkan freedom of speech kita bahkan sudah sejak awal sudah terkotak2 ruang diskriminasi Dan tentang paham2 yg saya baca hebat sekali ketika kuliah dulu Juga omong kosong saja Kalian tahu Negara paling demokratis di dunia ini justeru yang paling banyak menembakan rudal Negara paling sosialis juga negara2 yang justeru miskin dan terbelakang menyiksa rakyatnya Sementara di media sosial para penganut berbagai paham terus bertengkar berdebat tidak habis habisnya Maka biarlah hingar bingar itu Saya memutuskan untuk kembali ke guru guru mengaji di kampung dulu Saat kesederhanaan hidup terlihat sangat kongkret dan nyata Saat menulis

    Original URL path: http://www.onlineindo.tv/news/belajar-dari-keplesetnya-tere-liye-odop-day-52-of-99/ (2016-05-01)
    Open archived version from archive

  • Analis Intelijen: Jelang Pilgub, Ahok Sengaja Beri Kesan Tengah Teraniaya | Onlineindo News
    Pilgub Ahok Sengaja Beri Kesan Tengah Teraniaya By admin March 7 2016 612 Share on Facebook Tweet on Twitter Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkesan mencari kambing hitam dengan mengklaim ada sabotase yang mengakibatkan genangan air di kawasan Medan Merdeka Gubernur cari kambing hitam untuk popularitas seakan akan dia teraniaya Apalagi sekarang mau Pilgub ujar analis intelijen Fauka Nur Farid seperti dikutip RMOL Jumat 4 3 Dia menyebut penyumbatan di gorong gorong Jakarta karena pengawasan yang lemah dari pimpinan ibukota Menurutnya Ahok mencoba mengarahkan opini masyarakat agar dia terlihat dizalimi Ini sebenarnya pengawasan yang lemah dari gubernur Dia mau arahkan ini agar warga enggak melihat kesalahannya tapi warga melihat dia dianiaya ucap mantan pewira Badan Intelijen Strategis itu Dia mengatakan tidak mungkin ada orang sengaja membawa kulit kabel sebanyak 17 truk dan memasukkannya ke gorong gorong tanpa ada satupun pihak yang melihat Ya enggak mungkin orang masukin kabel begitu banyak agar Istana banjir Kalau mau masukin kabel ke gorong gorong mau lewat mana Jangan cepat menyimpulkan ini sabotase kita tunggu penanganan polisi bagaimana hasilnya terangnya Dia menjelaskan banyak sekali proyek penggalian bawah tanah di Jakarta Kadang para pekerjanya malas untuk mengurus kulit kabelnya sehingga dibiarkan begitu saja sampai akhirnya terbawa air tersangkut dan bertumpuk di selokan Kabel itu bisa dari mana mana Bisa dari galian kabel bisa dari proyek bangunan kan di sana banyak juga gedung gedung tinggi yang sedang dibangun Kabel kabelnya itu dibuang sama pekerja begitu saja kata Fauka ts rmol Sumber ERAMUSLIM Bagaimana Menurut Anda comments SHARE Facebook Twitter tweet Previous article PDIP Tegaskan Presiden Joko Widodo Tetap Petugas Partai Next article Belajar dari Keplesetnya Tere Liye ODOP Day 52 of 99 admin RELATED ARTICLES MORE FROM AUTHOR Mushola Pasar Ikan Digusur dan Diratakan Ahok Namun Ahok Tak Setuju Gereja Pulomas Digusur PP Muhammadiyah

    Original URL path: http://www.onlineindo.tv/news/analis-intelijen-jelang-pilgub-ahok-sengaja-beri-kesan-tengah-teraniaya/ (2016-05-01)
    Open archived version from archive

  • PDIP Tegaskan Presiden Joko Widodo Tetap ‘Petugas Partai’ | Onlineindo News
    Home Berita PDIP Tegaskan Presiden Joko Widodo Tetap Petugas Partai Berita Nasional PDIP Tegaskan Presiden Joko Widodo Tetap Petugas Partai By admin March 7 2016 67 Share on Facebook Tweet on Twitter Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dwi Ria Latifa menyatakan bahwa hingga saat ini Presiden Joko Widodo masih berstatus sebagai petugas partai Hal ini diungkapkan Dwi Ria menanggapi komentar wakil ketua DPR Fadli Zon beberapa waktu lalu Masih masih kader partai dan petugas partai Termasuk saya kader partai petugas partai yang bertugas di DPR RI kata Ria dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini Jakarta Pusat Sabtu 2016 Ria merasa perlu menjawab pernyataan yang dilontarkan oleh Fadli Zon Ya politikus Gerindra itu sempat mengkritik sikap Presiden Joko Widodo dalam menyelesaikan permasalahan konflik antara dua orang Menteri dalam kabinetnya Fadli menilai wibawa presiden kurang dianggap oleh para menterinya sehingga timbul konflik yang justru terjadi dalam kabinetnya sendiri Tak heran Fadli lantas menyinggung status Jokowi sebagai petugas partai Positioning nya waktu itu sebagai petugas partai saya tidak lupa sama sekali Pertanyannya apakah Pak Jokowi masih petugas partai atau sudah benar benar lepas dari partai politik tanya Fadli saat itu Presiden Joko Widodo saat ini mendapat desakan untuk segera dapat meredam kegaduhan politik yang justru ditimbulkan oleh para menterinya Beberapa kali menteri menteri kabinet kerja Jokowi justru saling serang Situasi ini yang membuat Fadli Zon mempertanyakan status mantan gubernur DKI Jakarta itu ren Sumber VIVA Bagaimana Menurut Anda comments SHARE Facebook Twitter tweet Previous article Ahok ngotot gulungan kabel sabotase banjir Next article Analis Intelijen Jelang Pilgub Ahok Sengaja Beri Kesan Tengah Teraniaya admin RELATED ARTICLES MORE FROM AUTHOR Mushola Pasar Ikan Digusur dan Diratakan Ahok Namun Ahok Tak Setuju Gereja Pulomas Digusur PP Muhammadiyah Keluarkan Maklumat Awal Ramadhan dan Idul Fitri 2016 Pengamat Sejak Kapan KPK Berubah Menjadi Komisi Pencari

    Original URL path: http://www.onlineindo.tv/news/pdip-tegaskan-presiden-joko-widodo-tetap-petugas-partai/ (2016-05-01)
    Open archived version from archive